Kisah Wali Songo - 'Singkek' & 'Tiko' better know about this then there will be peace
[ Follow Ups ] [ Post Followup ] [ Indonesia News Forum ] [ FAQ ]
Posted byUser: Tiki Solikin
From: 202.161.157.14
On: October 08, 1999 at 17:45:46
Wassalaamu'alaikum Waramatullah Wabarkaatuh
Wali Songo ! Tentu, sudah tidak asing lagi di kalangan muslim Indonesia. Wali Songo adalah para penyebar agama Islam di Tanah Jawa yang kemudian diteruskan oleh murid-muridnya ke seluruh Nusantara. Perjalanan hidup para wali tersebut penuh dengan kisah yang khas dan aneh bin ajaib. Ketabahan, keuletan serta ketangguhannya berdakwah sungguh mengagumkan. Caranya berdakwah, caranya mengadakan pendekatan terhadap masyarakat awam patut diteladani.
_______________________________________________________
Sunan Gunung Jati (Pangeran Wirasenjana)
Menurut Babad Tanah Jawa, Sunan Gunung Jati yang namanya Raden Syarif Hidayatullah Tan Eng Hoat
adalah yang menyebarkan agama Islam secara besar-besaran di Jawa Barat dan mendirikan Kasunanan Cirebon.
Sejarah mencatat bahwa Sunan Gunung Jati bersama Fatahillah selaku Senopati Demak Bintoro memerangi dan tentara Portugis yang berpangkal di Sunda Kelapa guna melindungi Sunda Pajajaran yang budda dari kekuatan islam; padahal, dari garis ibunya, Sunan Gunung Jati yang asli cina merupakan salah seorang cucu raja Pajajaran sewaktu -- Prabu Siliwangi.
Di antara kisah Sunan Gunung Jati yang menakjubkan adalah sebagaimana dituturkan dalam buku terjemahan Kanzul Ulum Ibnul Batutah.
Pada suatu malam, Sunan Gunung Jati ingin shalat tahajud di kediamannya, tetapi entah kenapa tidak bisa khusyuk. Lalu pindah ke mushalla, juga tetap tidak dapat khusyuk. Kemudian pindah ke atas perahu di tepi
pantai di sana dapat shalat dengan khusyuknya. Setelah berzikir dirinya ketiduran di atas perahu.
Atas kehendak Allah, ketika terbangun Sunan Gunung Jati kaget dan dirundung kebingungan. Dirinya tidak berada di pantai Cirebon lagi, melainkan di pantai tanah kelahirannya negeri Cina.
Sunan Gunung Jati lalu membuka praktek pengobatan, memakai resep dari Sabda Nabi Muhammad SAW kepada Abu Hurairah yang berbunyi: "Berwudulah kamu dan shalatlah, sesungguhnya di dalam shalat itu ada
penyembuhan."(HR. Ibnu Majah). Orang yang berobat kepadanya disuruh mengikuti shalatnya. Setelah
selesai mereka ternyata disembuhkan Allah. Karena cara pengobatannya sangat manjur maka banyak orang yang berobat kepadanya. Lalu mengikuti ajaran dan
nasehatnya. Banyak murid-muridnya yang menyatakan diri masuk Islam. Salah seorang diantaranya adalah Menteri Pai Lian Bang yang mengabdi ke Kaisar Ming Cheng Hua.
Namun, lama kelamaan ajaran Sunan Gunung Jati itu menyebar ke mana-mana dan dirinya menjadi kesohor. Lantas, Sunan Gunung Jati diperintah ke hadapan Kaisar Cheng Hia di Istananya di Nanking. Waktu itu, Kaisar sedang mencari calon mantu buat putrinya Ong Tien, tapi belum hakulyakin siapa yang pantas jadi mempelainya.
Di hadapan orang banyak, Kaisar menyuruh Putri Ong Tien mengganjal perutnya supaya kelihatan seolah-olah mengandung bayi, padahal putri tersebut masih perawan.
Kemudian Putri Ong Tien dijejerkan sama putri Kaisar lain yang sudah bersuami memang lagi ngandeg tiga bulan sehingga tidak katara. Sunan Gunung Jati dititahkan agar menebak putri mana yang bunting. Sunan Gunung sebenarnya sudah tahu maksud Kaisar, lalu
berdoa. Lantas makbul permintaannya, atas doanya, putri yang tadinya perawan benar-benar telah hamil,
sedang yang hamil dan sudah bersuami tiba-tiba kandungannya lenyap. Terang-terangan saja, Sunan Gunung Jati mengejutkan semua ketika menunjuk bahwa putri Ong Tien yaitu putri yang masih perawan. Niscaya, kepiawaiannya sebagai tabib kamil segera diakui oleh semua orang, termasuk Kaisar sendiri.
Kaisar Cheng Hua kemudian mengadakan wawanrembuk dengan Sunan Gunung Jati dan menjelaskan bahwa dirinya sudi menikahkan Putri Ong Tien ke Sunan Gunung Jati (R. Syarif Hidayatullah Tan Eng Hoat adalah keturunan bangsawan cina) yang kesenengan menerima permintaan Kaisar itu. Terus, Sunan Gunung jati kembali ke Cirebon bersama calon pengantennya lengkap dengan iring-iringan dua buah kapal Kekaisaran Ming.
Pengiring Sunan Gunung Jati dikepalai oleh Menteri Pai Lian Bang. Kapal yang dinaiki rombongan Sunan Gunung Jati berangkat lebih duluan. Lalu singgah di
Sriwijaya, pada waktu yang bertepatan dengan wafatnya Adipati Aria Damar. Karena kedua putra Aria Damar sudah pergi ke Tanah Jawa maka tidak ada pengganti. Sunan Gunung Jati menyarankan kepada rakyat Sriwijaya agar muridnya yang bernama Pai Lian Bang yang masih berlayar di belakang diangkat sebagai pengganti Aria Damar.
Setibanya kapal Pai Lian Bang, penduduk Sriwijaya menyambutnya dengan gembira. Pai Lian Bang bersedia menjadi Adipati karena yang telah mengambil keputusan
adalah gurunya yang sangat ditaati. Pai Lian Bang yang berpengalaman sebagai Menteri di Negeri Cina berhasil membangun Sriwijaya dengan segala kemampuannya. Dia
adalah guru besar ilmu ketatanegaraan. Banyak murid yang berjubel-jubel datang dari Tanah Jawa khusus untuk mengaji ke Pai Lian Bang yang terkenal brilian dan leket ibadah. Pesantren dan madrasah digalakkan. Setelah tilar dunya kadipaten Sriwijaya diubah namanya menjadi Palembang. Diambil dari nama Pai Lian Bang.
_______________________________________________________
Sumber Bacaan
RADEN ACHMAD RACHMATULLAH SUNAN AMPEL, Panitya Haul Agung Sunan Ampel ke 527, Surabaya
SUNAN KALIJAGA, Umar Hasyim, Menara Kudus Cet. VI, 1982
KUDUS PURBAKALA DALAM PERJOANGAN ISLAM, Solichin Salam, Menara Kudus, 1976
SEKITAR WALISANGA, Solichin Salam, Menara Kudus, 1974
BABAD TANAH JAWA, Wiryapanitra, Sadubudi Solo, 1945
BABAD TANAH JAWI GALUH MATARAM, Dr. Soewito Aantosa, Citrajaya
UMAR HASYIM
SUNAN MURIA ANTARA FAKTA DAN LEGENDA, Umar Hasyim, Tawangwulan, 1983
TERJEMAHAN KANZUL ULUM IBNUL BATHUTHAG, KH. Dachlan, 1989
SEJARAH NASIONAL INDONESIA, Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho
Notosusanto, PN. Balai Pustaka, Cet. V, 1984
KERAJAAN-KERAJAAN ISLAM DI JAWA, Dr. H.J. De Graaf dan Dr. TH. Pigeaud, PT.
Pustaka Utama Grafiti Cet. 3, 1989
SUNAN GIRI, Umar Hasyim, Menara Kudus, 1980
TARICHUL AULIA', KH. Bisri Mustofa, Menara Kudus, 1952
SEJARAH AL-QURAN, Abu Bakar Aceh, Sinar Bupemi, 1956
SYEH SITI JENAR, Moh. Hari. Soewarno
CERITA TUTUR, yang beredar di kalangan masyarakat.
Demikian mudah-mudahan dengan adanya tulisan tentang WALI SONGO ini bakal menambah pengetahuan kita tentang bagaimana awalnya ajaran Agama Islam tiba di Indonesia dan penyebarannya serta dapat ditarik hikmah darinya.
--------------------------TAMAT------------------------
Wasalaam Wr. Wb.
Follow Ups:
Post a Followup
|