ternyata bukan Amien Rais saja Gus Dur pun jadi KUTU LONCAT-- SANGAT MEMALUKAN BANGSAPosted byUser: Gus Dur Sosok Yang Susah DitebakFrom: nas-30-196.la.navinet.net On: October 07, 1999 at 19:11:09
detikcom, Jakarta- Meski PKB sudah secara resmi mencapresan Gus Dur, namun PDI-P, sebagaimana dikatakan Kwik Kian Gie, masih tidak yakin. "Sebab Gus Dur itu susah ditebak. Kadang itu hanya taktik,"kata wakil Ketua MPR dari PDI-P itu. Kwik, Kamis (7/10/1999) di Ruang Nusantara V Gedung DPR MPR, menyatakan pandangannya itu setelah muncul pernyataan resmi, bahwa PKB akhirnya memutuskan mendukung pencapresan Gus Dur. "Namun jika memang PKB benar-benar mendukung Gus Dur, maka PDI-P tidak akan menggarap PKB lagi,"kata Kwik. Namun demikian, menurut Kwik, PDI-P tetap akan tetap terus melakukan berkomunikasi dengan PKB. Disisi lain, kata Kwik, PDI-P tetap akan melakukan lobi terhadap semua fraksi di MPR. "Sebab Mega sudah mengatakan, jika dia terpilih, ia adalah menjadi presiden bangsa Indonesia dan bukan presiden PDI-P,"tandas Kwik. Dan jika terpilih, menurut Kwik, Mega akan melepaskan jabatannya sebagai Ketua Umum PDI-P. Jadi semua fraksi akan tetap didekati. "Tapi PDI-P tidak akan mendekati orang-orang yang jelas jelek dan terlibat KKN. Karena itu ada yang dinamakan golongan hitam dan putih,"kata Kwik. "Dan PDI-P akan bekerja sama dengan golongan putih dari fraksi manapun,"tambah Kwik. Dan dengan berbagai kerja keras ternyata Mega tidak terpilih sebagai Presiden, PDI-P tidak akan mengerahkan massa. "Dari dulu komitemen PDI-P adalah anti kekerasan. Kami justru akan memberi pengertian kepada pendukung PDI-P,"kata Kwik. Sedangkan Ketua Fraksi PDI di MPR, Soetjipto menyatakan, pencalonan Gus Dur itu adalah konsekuensi logis dari sistem pencalonan Presiden di Indonesia. Seharusnya pencalonan presiden sudah dikampanyekan dalam Pemilu. "Sehingga rakyat tahu jika memilih partai ini, berarti calon presidennya ini,"kata Soetjipto. Namun faktanya, dalam kampanye hanya ditonjolkan program saja. Masalah calon presiden dilupakan, bahkan ada yang mengharamkam. "Jadi pencapresan Gus Dur dampak dari sistem itu,"katanya. Dan selama ini masyarakat luas tidak ada yang mengerti bahwa Gus Dur akan dicalonkan sebagai Presiden. Sedangkan PDI-P jelas. "Sejak Kongres Bali sudah mencalonkan Mega dan masyarakat sudah tahu sejak dulu,"kata Soetjipto. Menurut Soetjipto, di kalangan masyarakat bawah, tingkat spiritual Gus Dur sudah setaraf dengan wali atau setidaknya mendekati wali. Sehingga berlaku sabdo pandito ratu. Masyarakat menyakini, jika pemimpin setingkat Gus Dur bicaranya berubah-ubah, hal itu akan bisa membawa musibah. Tidak hanya untuk pemimpin itu sendiri, tapi juga untuk masyarakat. "Gus Dur dari dulu menyatakan mendukung Mega. Mestinya kan tidak mau dicalonkan. Apalagi Gus Dur masih Ketua umum PBNU. Dan NU terikat dengan Khittah 26. Jika Gus Dur maju warga NU akan bingung,"katanya. Apalagi menurut Soetjipto, banyak kiai yang ketika kampanye mendukung PDI-P karena Gus Dur menyatakan mendukung PDI-P. "Jadi ini akan bikin bingung umatnya,"kata Soetjipto.
|